Kamis, 22 April 2010

CERITA WORTEL, TELUR, dan KOPI

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

sumber: .: dudung :.

»»  read more

Selasa, 20 April 2010


Heii anak mudaa.. para facebookers yang setia stay tune di facebooknya.. hampir semua orang di dunia ini punya facebook dong.. dibilang lebay? ga lah.. sisi lain facebook itu punya manfaat yang sangat besar.. kalian semua bisa ketemu sama orang orang yang udah lama ga jumpa. hhe.. tapi di sisi lain, facebook juga punya kelemahan dong..
tapi ingat kawan, iptek udah maju.. tapi moral sama kualitas SDM nya udah maju belum??? jangan mau kalah dong sama negara tetangga.. kita buktiin, kita juga bisa kaya mereka.. Talk less do more!! hahaha.. ga maksud iklanin rokok yaa.. tapi da dipikir pikir iklan rokok creative semua deh.. bagus semua.. lho kok nyambung ke rokok.. gpp deh,, yang penting kita creative biar kualitas SDM nya maju.. terus,, hubungan nya sama facebook apa dong?? hahaha.. hayooo.. apa coba?? yaa,, menurut saya sih, karena facebook jadi trend anak muda sekarang, hampir setiap waktu,, ank2 muda pada update status, semuanya dicurahkan ke facebook, mau itu kebiasaan, ato yang lainnya, bahkan facebook pun bisa jadi sahabat terbaik buat curhat.. ayoo kita gunakan facebook sebaik mungkin,, yaa,, tujuan kita yang pertama tadi.. buat ningkatin kualitas kia sendiri,, pokoknya ga ada lagi HUMAN TRAFICKING, ga ada lagi saling fitnah.. show our quality, to make different..
»»  read more